Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Oracle Enterprise Manager’

Oleh : Irfan Haryanto

Database grid, sebuah konsep yang sangat menarik yang telah diimplementasi oleh perusahaan Oracle mulai dari produknya Oracle 10g. Konsep ini merupakan sebuah perubahaan yang revolusioner dari Oracle dan merubah struktur Databasenya agar mendapatkan peningkatan performa yang signifikan serta menghemat pengeluaran.

Menurut Olofson (2008, p. 2) Grid computing merupakan sebuah istilah yang sudah diaplikasikan pada berbagai arsitektur yang didesain untuk memberikan keuntungan dari sebuah IT Grid. Ini adalah sebuah pendekatan pada computing yang memisahkan fungsionalitas sofware pada hardware tertentu dengan cara menghubungkan sistem dan storage pada resource yang dapat dialokasikan maupun dinonalokasikan contohnya pada database.

Grid Computing menggabungkan berbagai macam resource yang heterogen dihubungkan dengan jaringan bisa internet ataupun ethernet untuk menyelesaikan tugas tertentu. Istilah ini merupakan sebuah pendekatan untuk komputerisasi yang memudahkan administrator untuk menentukan tugas pada resource komputer yang diinginkan atau menentukan penempatan data pada storage yang diperlukan dengan cara tertentu sehingga data, resource dan tugas bisa dikurangi atau ditambahkan ketika diperlukan.

Konsep dari Grid computing ini bisa diibaratkan dengan konsep power grid atau tiang listrik. Misalnya pada sebuah distrik yang belum memiliki jaringan listrik ingin ditambahkan beberapa tiang listrik untuk menopang daya listrik tersebut, maka tiang listrik akan ditambahkan dan dihubungkan dengan jaringan listrik yang sudah berjalan namun sistem tiang listrik yang lama tidak akan terganggu atau terhenti ketika terjadi penambahan ini sama dengan Grid computing. Olofson (2008, p. 3) juga menyebutkan  Grid computing membuat resource yang berhubungan dapat dengan mudah ditambahkan dan dikurangi seperti aplikasi, database ataupun lingkungan storage semudah memindahkan energi dari tiang listrik.

Ada alasan mengapa Oracle mengeluarkan produk terbarunya 10g yang menggantikan produk sebelumnya yaitu 9i. Produk terbaru ini tidak lagi memakai logo “I” yang merupakan singkatan dari internet, tapi memakai logo baru yaitu “g” yang merupakan singkatan dari grid.

2 hal penting yang mendasari alasan ini adalah sebagai berikut :

  1. Low cost.
    Grid memungkinkan perusahaan untuk menambah atau mengurangi hardware dengan mudah sehingga tidak perlu lagi melakukan over-provisioning. Over provisioning dilakukan dengan melebihkan kapasitas hardware dari jumlah yang sebenarnya diperlukan dengan tujuan performa dan menghindari adanya penambahan hardware di masa mendatang. Dengan adanya grid computing maka over provisioning tidak perlu dilakukan sehingga tidak ada hardware yang terbuang percuma.
    Grid juga mengurangi biaya yang besar akibat dari penambahan hardware baru. Perusahaan – perusahaan biasanya menghabiskan banyak biaya karena penambahan ini sehingga banyak yang menghindari ini terjadi atau menundanya agar sekaligus merombak total sistem secara keseluruhan.
  2. Higher performance.
    Performa yang lebih tinggi didapat dari parallel processing, kemampuan grid untuk memproses beberapa tugas secara parallel.
Truth in Advertising – Advanced Data Compression in Oracle 11g. Sumber : (O’Mahony, 2010)

Ada sebuah iklan web dari Oracle yang menunjukkan keunggulan dari Grid computing. Pada gambar 1 dibandingkan 2 merk yang sekarang ini sudah tidak asing lagi di masyarakat luas yaitu Sun Oracle dengan IBM, Computer milik Oracle diklaim 7x lebih cepat menggunakan teknologi Grid sedangkan IBM membutuhkan 6x energi consumption yang lebih banyak.

Beberapa perusahaan besar memiliki pendekatan tersendiri dalam mengimplementasi grid computing. Pendekatan yang diambil umumnya dibedakan berdasarkan cara kerja sistem perusahaan dan tujuan yang ingin dicapai. Beberapa pendekatan yang umum dipakai antara lain :

  1. Compute Grid
    Grid ini digunakan untuk pencapaian kerja sebuah tugas yang berskala besar seperti superkomputer menggunakan hardware dengan biaya lebih murah dalam jumlah banyak yang bekerja secara parallel.
  2. Application Grid
    Grid ini digunakan untuk pencapaian hasil dan ketersediaan yang lebih tinggi dengan membagi aplikasi menjadi komponen – komponen yang terinstallkan pada beberapa server aplikasi dengan harapan ketika salah satu server sedang down maka server yang lain bisa menutupi.
  3. Storage Grid
    Storage dibagi atas beberapa disk dan diatur sedemikian rupa agar data dapat dikelola dengan optimal untuk meningkatkan ketersediaan dan skalabilitas . Hal ini bertujuan agar ketika ada keperluan untuk menambahkan dan mengurangi disk, database dan aplikasi tidak mengalami gangguan.

Diluar dari ketiga tipe diatas, ada konsep yang digunakan oleh Oracle yaitu Database Grid. Grid ini merupakan gabungan fitur dari Application Grid dan Storage Grid.

(Mahmood & Fernandez, 2005) menyatakan bahwa Database grid mengalokasikan servis dari beberapa nodes untuk menyediakan performa yang tinggi sehingga ketika salah satu node mati, grid dapat beradaptasi dengan menggunakan node lain untuk meresponnya.

RAC dan ASM merupakan fitur yang berperan penting untuk mendapatkan keuntungan dari database Grid. Olofson (2008, p. 4) berkata bahwa Oracle menyebut fitur yang memberikan kemampuan server cluster berbasis grid dengan Real Application Cluster atau RAC dan fitur yang memberikan kemampuan storage grid dengan Automatic Storage Management, ASM. Kedua fitur ini bisa didapat dengan menginstall Oracle Enterprise Manager’s Grid Control.

Oracle Enterprise Manager merupakan sebuah komponen dari Oracle yang berguna untuk pengaturan database dari Oracle. Komponen ini berbasis web dan dapat dijalankan dengan mengkakses browser seperti mozilla firefox atau internet explorer.

Database Control adalah tipe dari Oracle Enterprise Manager untuk mengontrol sebuah database namun untuk mengatur database yang sudah tersusun dalam konsep grid maka kita membutuhkan komponen Oracle Enterprise Manager’s Grid Control.

Database Grid merupakan konsep yang telah diimplementasi oleh Oracle yang mampu memanfaatkan fitur – fitur dari application grid dan storage grid seperti penambahan aplikasi dan storage yang heterogen dengan keunggulan mempermudah pengurangan dan penambahan hardware serta meningkatkan performa komputasi juga meningkatkan skalabilitas dan ketersediaan tanpa menganggu sistem yang sudah berjalan.

Q&A :

  1. Apa kelemahan dari konsep Grid Computing?
    Memerlukan koneksi network yang cepat seperti internet atau ethernet, beberapa aplikasi membutuhkan modifikasi agar dapat memanfaatkan grid computing secara sempurna, dan yang paling signifikan adalah, hasil dari semua proses dikirim pertama kali ke seluruh nodes dari grid baru digabungkan, sehingga tidak mungkin mendapatkan hasil akhir sebelum node yang terakhir ikut berkolaborasi. Namun disamping kekurangan dari konsep grid computing, kelebihan yang didapat dirasakan lebih dominan sehingga patut untuk diimplementasikan.
  2. Apakah konsep grid ini memungkinkan untuk penambahan hardware dengan merk berbeda?
    Sangat mungkin karena konsep grid bersifat heterogen sehingga bisa memakai hardware yang berbeda – beda untuk menjadi sebuah sistem computing.
  3. Apa itu enterprise grid? Apa yang membedakan enterprise grid dengan database grid?
    Enterprise Grid merupakan implementasi konsep grid Computing dengan skala yang besar sedangkan database grid merupakan sebuah pendekatan dari konsep Grid Computing.

Daftar Pustaka :

Mahmood, Z., & Fernandez, A. (2005). Building and Scaling Out Database Grid. Clustering Special Section Oracle 10g , 4.

Olofson, C. W. (2008). Grid Computing with Oracle Database . WHITE PAPER , 8.

O’Mahony, C. (2010, 05 20). Truth in Advertising – Oracle’s Claims about Performance and Energy Consumption. Retrieved 11 21, 2011, from Conor O’Mahony’s Database Diary: http://database-diary.com/

Read Full Post »